Understanding Static and Dynamic Routing

understanding static and dynamic routing.

 Pengertian Routing Static Dan Dynamic


Pengertian Routing


Di dunia digital ini hampir semuanya terhubung melalui jaringan. Router disini berperang sangat penting untuk mentransfer data dari satu lokasi ke lokasi lain untuk meneruskan data dari satu router ke router lainnya, mereka menggunakan informasi dari tabel yang dimasukkan secara manual atau informasi dari tabel yang dihitung berdasarkan informasi routing. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian routing static dan dynamic secara detail.

DAFTAR ISI

1. Pengertian Routing

2. Bagaimana Cara Kerja Routing

3. Jenis Jenis Routing

4. Static Roting

5. Kelebihan Menggunakan Static Routing

6. Kekurangan Menggunakan Static Routing

7. Dynamic Routing

8. Jenis Jenis Protocol Dynamic Routing

9. Kelebihan Menggunakan Dynamic Routing

10. Kekurangan Menggunakan Dynamic Routing

11. Kesimpulan


Pengertian Routing


Routing adalah proses pemilihan jalur terbaik yang digunakan untuk mengirimkan paket ke host tujuan atau host dan kemudian keputusan routing ini dibuat oleh hardware jaringan khusus yang disebut router yang meneruskan paket ke host tersebut. Routing juga dapat di artikan sebagai proses penggabungan beberapa jaringan agar dapat meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.


Bagaimana Cara Kerja Routing


Routing terjadi pada lapisan jaringan (layer 3) dari model referensi Open Systems Interconnection (OSI) yang merupkan arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO). Pada internetwork TCP / IP, ini berarti bahwa routing melibatkan pengiriman paket ke alamat IP tujuan di internetwork.


Bagian pertama dan utama dari proses routing terdiri dari menentukan jalur yang akan dilalui paket dari pengiriman, atau host asli, ke host penerima, atau tujuan. Bagian kedua dari proses melibatkan memiliki router beralih paket dari satu segmen berturut-turut, atau “hop,� dari path ke depan sampai paket tiba di tempat tujuan. Router adalah perangkat yang bergabung dengan subnet, yang merupakan jaringan terpisah dan berbeda yang membentuk internetwork.


Router mempertahankan tabel internal yang disebut tabel routing, yang berisi informasi keberadaan network,baik network yang terhubung langsung (Directly connected network) maupun Network yang tidak tehubung langsung (Remote Network),Table ini juga berisi informasi bagaimana cara router tersebut mencapai suatu network,Table routing ini sangat penting karna di gunakan router sebagai pedoman untuk mengirim setiap paket data yang di terimanya.


Informasi dalam table routing berupa barisbaris network address yang di sebut Entry Route. Dalam setiap entry route juga telah ada informasi tentang interface mana yang dapat di gunakan routet untuk mengirim paket data.Jika router menerima paket data,maka router akan memeriksa IP address tujuan (Destination Address) dari paket tersebut.router kemudian mencocokanya dengan network address yang ada di setiap Entry di table routing.


Bila ada entry yang cocok maka router akan meneruskan paket tersebut ke interface yang di gunakan untuk mengirimkan paket tersebut,interface yang di gunakan untuk meneruskan paket di sebut Exit interface atau outgoing interface,namun jika tidak ada entry yang cocok maka router akan membuang paket tersebut.


Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Router?


Jenis Jenis Routing


Static Roting


Static Rotuing (Routing Statik) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static merupakan pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam  forwarding  table  di  setiap router yang berada di jaringan tersebut.


Penggunaan  routing  statik  dalam  sebuah  jaringan  yang  kecil  tentu  bukanlah suatu masalah,  hanya  beberapa  entri  yang  perlu  diisikan  pada  forwarding table di setiap router. Namun kalian tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang  jumlahnya  tidak sedikit dalam  jaringan yang besar.


Kelebihan Menggunakan Static Routing


 1. Meringankan kinerja processor router

 2. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket

 3. Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis

 4. Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik


Kekurangan Menggunakan Static Routing


 1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan

 2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil

 3. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual

 4. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual


Dynamic Routing


Dynamic Routing (Routing Dinamik) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya.


Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.


Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah  dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat.


Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute  backup  bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.


Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.


Jenis Jenis Protocol Dynamic Routing


Protocol routing akan digunakan oleh router yang menggunakan dynamic routing.Protocol routing akan bertukar table routing dengan router lain yang menggunakan routing dynamic.Jadi jika terjadi perubahan pada jaringan tersebut,maka protocol ini akan otomatis memberi tahu sema router yang ada di jaringan tersebut.Dan ini adalah beberapa jenis protocol routing :

  * RIP (Routing Information Protocol)

  * IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)

  * OSPF (Open Short Path First)

  * EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

  * BGP (Border Gateway Protocol)

  * Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)


Kelebihan Menggunakan Dynamic Routing


 1. Cocok untuk area besar/luas

 2. Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya

 3. Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang berkaitan saja

 4. Router secara otomatis berbagi informasi

 5. Routing table dibuat secara dinamik

 6. Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada

 7. Administrator tidak ikut campur tangan


Kekurangan Menggunakan Dynamic Routing


 1. Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada setiap waktu tertentu

 2. Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.


Kesimpulan


Jadi Routing adalah suatu proses untuk pemilihan jalur terbaik untuk meneruskan

paket paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Routing juga terbagi menjadi 2

jenis,yaitu routing static dan dynamic. Berikut ini tabel perbedaan yang spesifik untuk kedua jenis routing:

Static Routing                                             Dynamic Routing

Berfungsi pada protocol IP                                 Berfungsi pada inter-routing protocol

Router tidak dapat membagi informasi routing               Router membagi informasi routing secara otomatis

Routing table dibuat dan dihapus secara manual             Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis

Tidak menggunakan routig protocol                          Terdapat routing protocol, seperti RIP atau OSPF

Tidak terlalu banyak memakan sumber daya perangkat router. Lebih banyak memakan sumber daya perangkat router.


Hopefully, this article about Understanding Static and Dynamic Routing, gives you a little insight. Also, read an article about Understanding Wireless Networks and their Advantages and Disadvantages that you may need to know. Thank you.

Previous Post Next Post